Worklife Can be Fun While Distancing

PALAzine Vol.01b

_________________________________________________________________________________________________________________________________________

Worklife Can be Fun While Distancing

Maybe right now you are reading this article at your office. Ya, kamu sudah mulai masuk kerja seperti biasa dari mulai minggu lalu atau minggu ini, atau masih WFH dan hanya piket saja ke kantor.

Pertama kali yang harus kamu ingat, relaksasi social distancing atau pembatasan sosial yang sekarang dilakukan benar – benar hanya berlandaskan kebutuhan ekonomi nasional dan bukan karena situasi pandemik di Indonesia sudah membaik. Kenyataannya kita masuk situasi lockdown/PSBB saat Indonesia berada pada jumlah kasus kurang lebih 200, yang mana saat ini kasus COVID-19 positif adalah kurang lebih sebesar 35K (per 12 Juni 2020).

Which means, kondisi sekarang jauh lebih parah dibandingkan dengan waktu kita PSBB sekitar satu bulan yang lalu.

Bisa saja saat ini kamu khawatir masuk kantor karena peluang tertular akan lebih besar jika dibandingkan kamu kerja di rumah. Tapi bisa saja kamu sekarang malah seneng akhirnya kamu bisa interaksi lagi, bisa ngobrol panjang lebar lagi dengan teman – teman kantor, dan waktu kerja kamu jadi makin lebih teratur lagi dibandingkan dengan WFH kemarin.

Pelonggaran kebijakan PSBB atau yang pemerintah sebut dengan “New Normal” kadang – kadang membuat orang – orang di sekitar kamu atau mungkin kamu sendiri ga ingat bahwa sebenernya kita masih ada di masa pandemic COVID-19. Jadi sekarang kita mau ngingetin walau saat ini kegiatan sehari – hari kita seems normal tapi sebenarnya harus ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Berikut adalah hal – hal yang perlu kamu perhatian what should you do & what shouldn’t you do saat kamu kembali ke rutinitas kerja.

What Should You Do

1. Wash Your Hand

Mencuci tangan adalah hal paling pertama yang selalu diingatkan oleh para dokter. Rajin dan dispilin adalah kunci untuk mencegah diri kamu sendiri tertular dari COVID-19. Kenapa cuci tangan adalah cara yang efektif untuk mencegah kamu tertular? Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penularan COVID-19 justru lebih sering terjadi secara tidak langsung (cross contamination) dibandingkan dengan penularan langsung (WTFork, right!) seperti menyentuh benda di sekitar kita yang tercemar COVID-19 kemudian secara tidak sengaja kita menyentuh mulut, hidung, dan mata. So, ga ada alesan untuk ga rajin dan dispilin cuci tangan karena belum tentu benda – benda di sekitar kita aman, apalagi benda – benda di kantor.

 

 

 

 

 

 

2. Keep Your Distance

Pastikan kamu menjaga jarak dengan temen – temen kerja kamu minimal 6 feets (1,8 meter) menurut WHO, ya kita bulatkan aja jadi 2 meter. Kamu juga bisa manfaatin teknologi untuk menjaga jarak dengan rekan kerja kamu, misalkan dengan mulai memanfaatkan google sheet/docs, share screen di zoom, dan proyektor sehingga kamu tidak perlu berdekatan dengan rekan kerja kamu saat berdiskusi.

 

 


3. Make it Fun & Exciting

Ajak temen – temen kamu untuk posting foto dengan update fashion terkini. Yes, we do mean your mask. Sekarang uda banyak banget produk lokal yang memproduksi masker dengan bentuk dan motif yang lucu, bahkan seringkali memberikan bonus masker yang matching dengan outfit atau barang – barang yang kamu beli. Tapi jangan lupa untuk kamu tes kualitasnya ya, caranya gampang. Dikutip dari New York Times (Tara Parker, 2020) cara paling mudah untuk membedakan mana masker yang baik dan kurang baik menurut Dr. Scott Segal adalah dengan cara “hold it up to a bright light”. Jika cahaya lampu dapat tembus dengan mudah sampai kamu bisa lihat serat – serat kainnya maka masker tersebut memiliki kualitas yang kurang baik. Karena masker yang baik memiliki tenunan yang padat dan material yang tebal sehingga cahaya tidak terlalu banyak melewatinya.

 

What Shouldn’t You Do

1. Touchy – touchy

Kurangin kebiasaan menyentuh barang/temenmu di mana pun dan kapan pun. Biasakan hanya memegang barang yang kamu perlukan. Ingat seperti yang uda pernah kita bahas di PALAzine Ultimate Quiz dari hasil penelitian para virologist dari US National Institutes (dipublikasikan di New England Journal of Medicine) benda dapat tercemar dengan durasi yang berbeda tergantung jenis materialnya. Pada benda berbasis kain dan kardus, virus masih bisa hidup selama 24 jam. Jika benda tersebut memiliki permukaan yang keras seperti metal atau plastik virus dapat bertahan 3 sampai 7 hari.

 2. Being that “ramah” person

Jangan jadi orang yang rajin menjamah di kantormu and we mean “ramah” as in rajin menjamah. Just don’t! Kalo kamu mau say hi ke teman – teman kerja kamu, cukup dengan melambaikan tangan dan tersenyum. Kalo kamu adalah orang yang positif tanpa sympton kamu dapat menularkan COVID-19 melalui sentuhanmu ke orang lain.

Lagian orang – orang tetep bisa tau kok kalo kamu tersenyum walau pun sedang make masker melalui sorotan mata, asalkan senyum kamu memang tulus untuk orang – orang di sekitarmu. Berdasarkan artikel yang dipublis oleh psychologicalscience.org dengan judul “The Psychological Study of Smiling” yang ditulis oleh Eric Jaffe (2011) menyatakan bahwa mulut lebih mudah dimanipulasi untuk tersenyum dibandingkan dengan mata. So, di New Normal ini bisa ngelatih kamu from being ramah to being honest. 

  

3. The more the merrier

Makin rame ga berarti makin seru di New Normal. Stay in a small group, and use your own things. Makin banyak orang – orang yang berkumpul di sekitarmu, makin besar kemungkinan penularan COVID-19 dapat terjadi. Tetap batasi interaksimu dan jaga jarak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply