Lima Nama Dewa Dewi yang Sering Disadur menjadi Nama Seseorang

January 20, 2021

Lima Nama Dewa Dewi yang Sering Disadur menjadi Nama Seseorang


Simak Kisah Dewa Dewi yang sering jadi nama teman, pacar, atau mungkin nama kamu sendiri di artikel 5 menit ini ya!

PALAzine kali ini akan membahas tentang nama - nama Dewa - Dewi yang mungkin sekarang menjadi nama orang-orang di lingkaran Teman PALA.  Mungkin bahkan ada nama Teman PALA yang mejeng di sini? Atau mungkin bisa jadi inspirasi buat Teman PALA untuk nama anaknya nanti. 

Sebelum membahas lebih dalam lagi ke nama Dewa Dewi yang dibahas, berikut adalah cerita dibalik kelekatan budaya masyarakat kita dengan nama-nama tersebut.


Berdasarkan penelusuran PALA, bersumber dari Vadime Elisseeff (The Silk Roads: Highways of Culture and Commerce) dan berbagai sumber lainnya; sejak abad ke-5, Nusantara telah menjadi jalur perdagangan penting dari bangsa Cina, India, Arab sampai bangsa Eropa. Lokasi yang strategis dan kaya akan rempah - rempah, menjadikan Nusantara sebagai destinasi penting yang tidak dapat dilewatkan oleh pedagang - pedagang dari Cina dan India yang membawa kepercayaan Hindu. Kepercayaan tersebut terakulturasi seiring ramainya perdagangan yang terjadi, sehingga menyebabkan adanya pengaruh kebudayaan dari bangsa - bangsa tersebut ke dalam sistem kepercayaan sampai karya seni di berbagai macam suku bangsa di Nusantara. 


Salah satu bentuk akulturasi yang terasa sampai saat ini adalah penggunaan nama - nama dari Dewa dan Dewi kepercayaan tersebut. Teman PALA pasti sudah ga asing lagi dengan nama - nama ini, tapi apakah kamu udah ga asing sama cerita - ceritanya? 

Biar ga penasaran, ini dia sedikit kisah dari lima nama Dewa - Dewi yang sering digunakan sebagai nama di Nusantara:


1. Sri 

Dewi Sri adalah salah satu nama yang kami yakin banget pasti Teman PALA sudah ga asing lagi. Bahkan Menteri Keuangan kita pun dikasih nama Sri oleh orang tuanya. Nama Sri itu sendiri berasal dari kepercayaan Hindu yaitu Dewi Sri yang merupakan istri dari Dewa Wisnu. Dewi Sri dikenal oleh masyarakat Indonesia terutama Jawa dan Bali sebagai Dewi Kesuburan atau Dewi Padi. Makanya ketika kamu waktu kecil dulu kalo susah makan pasti sama mamanya suka bilang “Kalo ga dimakan nanti Dewi Sri nangis” yang karena kasihan kita jadi makan deh makanan itu padahal dulu kita ga tau siapa itu Dewi Sri. 
Masih ada yang suka disuapin mamanya? 
Disuapin sama pasangannya aja ya. (Gambar 1. Dewi Sri, karya @astridpr)

 

2. Ratih

Dewi Ratih atau Dewi Kamaratih adalah istri dari Bathara Kamajaya yang terkenal dengan parasnya yang cantik, sifat dan wataknya yang setia, cinta kasih, baik budi, sabar, dan berbakti pada suami (idaman sekali). Dewi Ratih menjadi lambang kerukunan suami - istri, terutama oleh masyarakat Jawa, karena mengajarkan cinta dan kasih sayang satu sama lainnya. Cerita ini bisa jadi inspirasi buat Teman PALA agar senantiasa “saling”. Saling mengasihi, saling menyayangi, saling mengalah, biar rumah tangga Teman PALA makin rukun. Buat kamu yang baca ini dan masih belum berumah tangga, kami doakan biar cepetan ya. (Gambar 2. Dewi Sri, sumber www.mantrahindu.com)

3. Bayu

Pada kepercayaan Hindu, Dewa Bayu adalah Dewa Angin/Udara bahkan menjadi dewanya hewan, raksasa sampai manusia. Dewa Bayu ini digambarkan sebagai pria tampan dengan kulit sedikit ungu. Dewa Bayu memiliki kendaraan yang menurut kisah sangat menakjubkan yaitu kereta yang ditarik oleh seribu kuda ungu dan putih. Jika tidak sedang menggunakan keretanya, ia mengendarai seekor kijang. Teman PALA yang suka naik “Kijang”, kami yakin Dewa Bayu akan tersenyum melihatnya. Dewa Bayu pun merupakan Dewa terpenting dalam kehidupan manusia, karena pada saat Dewa Bayu mencabut pemberiannya di dunia, maka manusia akan tercekik dan kehilangan nyawa karena tidak dapat bernapas. Kisah ini juga mengingatkan Teman PALA agar selalu bersyukur bahwa nafas adalah nikmat yang tidak bisa kita lupakan begitu aja. Harusnya kita lebih sadar akan hal itu sekarang. 

Ga enak kan pake masker terus? 

Kita lagi diingatkan Tuhan buat bersyukur bisa bernafas dengan lega. (Gambar 3. Dewa Bayu, sumber wikipedia)

4. Wisnu

Dewa Wisnu adalah saudara kandung dari Dewa Bayu (masih anaknya Batara Guru). Dewa Wisnu digambarkan sebagai pria berlengan empat, warnanya biru gelap seperti warna langit. Kekuatan istimewanya adalah ia mampu berjalan di tiga alam, yaitu bumi, langit, dan alam surga. Dewa Wisnu bertugas melindungi semua ciptaan Brahman (Tuhan YME). Dewa Wisnu sering dipandang sejajar atau manifestasi dari Dewa Brahman, namun karena sikapnya yang rendah hati ia enggan disebut seperti itu. Dewa Wisnu ini mengajarkan kita dan Teman PALA sekalian untuk menjadi pribadi yang rendah hati. 

Jago boleh, sombong jangan ya.

(Gambar 4. Dewa Wisnu, sumber wikipedia)


5. Candra

Candra memiliki arti bulan atau yang bersinar terang. Sosok Dewa Candra digambarkan sebagai dewa berparas muda dan tampan yang sedang memegang teratai dan gada. Candra memiliki tugas mengatur dan memelihara sinar rembulan (Pada kepercayaan masyarakat Bali penguasa bulan adalah Dewi Ratih Bukan Candra). Konon Dewa Candra memiliki 27 istri, dan melalaikan 26 istri lainnya. Sehingga 26 istrinya tersebut mengadu kepada ke ayah mereka yaitu Prajapati Daksa. Prajapati Daksa mengutuk Dewa Candra sehingga sakit tubuhnya dan melemah kekuatannya. Ada pelajaran buat Teman PALA nih, jangan banyak istrinya yaaa

Satu aja cukup (TITIK)

(Gambar 5. Dewa Candra, sumber wikipedia)



Masih banyak kisah Dewa - Dewi lainnya yang belum tersampaikan di artikel ini, namun walau demikian semoga artikel ini tidak hanya menjadi hiburan semata tapi bisa menjadi edukasi dan inspirasi bagi kita semua. Terima kasih Teman PALA yang meluangkan waktunya untuk membaca. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Sampai bertemu di PALAzine berikutnya!

 

Sumber:

http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/267-dewi-sri-dewi-kesuburan#

https://asankagantari.wordpress.com/2014/09/27/karakter-wayang-dewi-ratih/

https://www.kuwaluhan.com/2018/05/kisah-asal-usul-dewa-bayu-dalam-agama.html

http://albumkisahwayang.blogspot.com/2014/05/lima-dewa-lahir.html

https://caritawayang.blogspot.com/2013/01/bayu-batara.html

https://www.facebook.com/notes/nuhsantara-historical-discovery/kisah-pewayangan-sumber-nasihat-dan-hukum-dunia-islam-wiwitan/419343821430466/

http://fantasindo.blogspot.com/2015/06/mitospedia-veda-chandra-sang-rembulan.html






Also in PALA Zine

Filosofi Kehidupan dalam Kaulinan Tradisional  yang Ga Pernah Kita Sangka Sebelumnya
Filosofi Kehidupan dalam Kaulinan Tradisional yang Ga Pernah Kita Sangka Sebelumnya

March 31, 2021

Filosofi yang ga kita sadari uda ngajarin kita untuk bertindak lebih baik saat kita dewasa nanti. Filosofi yang sadar atau kita tidak kita sadari sudah mempengaruhi kita dalam tindakan kita saat ini. Biar ga penasaran apa saja kaulinan yang mengandung filosofi tersebut,  yuk kita simak PALAZine Vol. 6 kali ini! 

View full article →

Tragis atau Romantis?
Tragis atau Romantis?

February 24, 2021

Dewi Ratih atau lengkapnya Kamaratih, dikenal sebagai Dewi yang cantik, penuh cinta kasih, baik budi, sabar, setia, dan berbakti pada suami. Kisah cinta keduanya banyak menginspirasi banyak orang untuk “saling” dengan pasangan; saling menyayangi, saling mengalah, dan saling mengasihi.

View full article →

PAMALI
PAMALI

November 07, 2020

Kita sering denger kata pamali dari orang-orang atau mungkin Teman PALA pernah diingetin sama orang tuanya buat engga ngelakuin sesuatu dengan sebutan pamali. Misalkan kaya “hey jangan keluar lewat jam 6, pamali…” “nak kaki nya jangan ngelipet di angkat ke atas, pamali..” “aduh jangan buka payung di dalam rumah dong.. pamali” dan masih banyak pamali-pamali lainnya yang tersebar di Indonesia.

View full article →